Senin, 07 Januari 2019

DEVIDEN SAHAM


Pengertian Dividen Saham

Pengertian dividen saham adalah bagian laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk saham. Pembagian dividen saham bisa berbentuk saham yang sejenis ataupun saham dengan jenis lain.

Mengapa perusahaan membayarkan dividen menggunakan saham ?
Alasan perusahaan memutuskan kebijakan dividen dengan pembagian dividen saham (stock dividend) umumnya karena perusahaan menghasilkan laba yang cukup tersedia namun arus kas (cashflow) kurang mencukupi, Kondisi kas tidak memungkinkan untuk pembayaran dividen secara tunai. Sehingga laba dibagikan bukan dengan uang tunai, tapi dibayar menggunakan tambahan saham sesuai dengan persentase kepemilikan jumlah saham perusahaan.

Walaupun banyak kasus dimana perusahaan membagikan dividen saham walaupun kondisi kas perusahaan mencukup untuk membagikan dividen tunai. Tentu banyak faktor dan pertimbangan yang mempengaruhinya.

Keuntungan Dividen Saham
Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan maupun pemegang saham dengan kebijakan dividen saham. antara lain :

Keuntungan bagi pemegang saham 
Jumlah saham yang dimiliki akan bertambah. Tanpa ada pengeluaran (walaupun sebenarnya nilai investasi dan persentase kepemilikan saham tidak berubah, efeknya mungkin mirip dengan stock split)
Tidak ada pajak yang harus dibayaran dengan menerima dividen saham dari perusahaan Keuntungan bagi perusahaan 

Pembagian dividen saham membuat perusahaan bisa menyimpan laba dan kas perusahaan. Dana tersebut bisa digunakan perusahaan untuk tujuan yang lain. Seperti pengembangan usaha, pembayaran utang yang segera jatuh tempo atau digunakan untuk pembayaran hal yang lain.
Struktur modal perusahaan lebih kuat. Dividen saham berasal dari pembagian laba ditahan, dengan cara mememindahkan akun laba ditahan ke pos akun ekuitas saham biasa. Maka jumlah ekuitas atau modal disetor perusahaan akan meningkat. Ujungnya struktur modal perusahaan akan lebih kuat. 
Likuiditas perdagangan saham akan meningkat. Pembagian dividen saham akan membuat jumlah saham perusahaan yang beredar akan bertambah. Jumlah saham yang bertambah ini, secara teori akan membuat harga saham tersebut menurun. Harga saham yang murah akan menarik investor lain dalam membeli saham tersebut, dan perdagangan saham perusahaan-pun akan semakin likuid. Kapitalisasi pasar tidak berubah. Mirip seperti perusahaan yang melakukan stock split.
Kondisi keuangan tidak terganggu. Kondisi arus kas tidak akan terganggu karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan kas tunai untuk membayar dividen.

Syarat Syarat Dividen Saham
Perusahaan yang ingin membagikan dividen namun tidak memiliki dana kas yang mencukupi, tidak serta-merta bisa membagikan dividen begitu saja. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan. 
1. Saldo Laba Ditahan Mencukupi
Sama seperti dividen tunai, pembayaran dividen saham juga berasal dari laba ditahan perusahaan. Bedanya, divide saham mengeluarkan uang tunai untuk dibayarkan kepada pemegang saham. Sedangkan dividen tunai menggunakan kas, tidak ada arus kas keluar. Yang ada hanya perpindahan akun laba ditahan perusahaan menjadi modal / ekuitas saham.
2. Disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Sama dengan dividen tunai, pembayaran dalam bentuk dividen saham harus memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham
3. Harga Teoritis Saham Sesuai dengan Peraturan yang Ada
Di Indonesia, ada Bursa Efek Indonesia yang mengatur mengenai penerbitan saham baru atau perusahaan yang akan membagikan dividen saham. Manurut aturan bursa yang ada, harga teoritis saham hasil dari adanya penambahan saham baru paling tidak memiliki nilai Rp 100. Kecuali perusahaan bisa memberikan keyakinan kepada bursa efek bahwa apabila perusahaan tidak membagikan dividen saham bisa berpengaruh buruk terhadap kelangsungan hidup perusahaan.

Referensi:

Jumat, 04 Januari 2019

Meetings (Giving a Report about An Product)

PENGERTIAN PRODUK
Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996:274) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
Menurut Stanton, (1996:222), “A product is asset of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price quality and brand plus the services and reputation of the seller”. Artinya suatu produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk di dalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya.
Menurut Tjiptono (1999:95) secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas “sesuatu” yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli.

Lima Tingkatan Produk
Menurut Kotler (2003:408) ada lima tingkatan produk, yaitu core benefit, basic product, expected product, augmented product dan potential product. Penjelasan tentang kelima tingkatan produk adalah :
a. Core benefit (namely the fundamental service of benefit that costumer really buying) yaitu manfaat dasar dari suatu produk yag ditawarkan kepada konsumen.
b. Basic product (namely a basic version of the product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan oleh panca indra.
c. Expected product (namely a set of attributes and conditions that the buyers normally expect and agree to when they purchase this product) yaitu serangkaian atribut-atribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli suatu produk.
d. Augmented product (namely that one includes additional service and benefit that distinguish the company’s offer from competitor’s offer) yaitu sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan oleh badan usaha dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Potential product (namely all of the argumentations and transformations that this product that ultimately undergo in the future) yaitu semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.

Klasifikasi Produk
Banyak klasifikasi suatu produk yang dikemukakan ahli pemasaran, diantaranya pendapat yang dikemukakan oleh Kotler. Menurut Kotler (2002,p.451), produk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
1. Berdasarkan wujudnya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu :
a) Barang
Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
b) Jasa
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual (dikonsumsi pihak lain). Seperti halnya bengkel reparasi, salon kecantikan, hotel dan sebagainya. Kotler (2002, p.486) juga mendefinisikan jasa sebagai berikut : “ Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produknya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.
2. Berdasarkan aspek daya tahannya produk dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya: sabun, pasta gigi, minuman kaleng dan sebagainya.
b. Barang tahan lama (durable goods)
Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun lebih). Contohnya lemari es, mesin cuci, pakaian dan lain-lain.

3. Berdasarkan tujuan konsumsi yaitu

didasarkan pada siapa konsumennya dan untuk apa produk itu dikonsumsi, maka produk diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

a) Barang konsumsi (consumer’s goods)
Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.
b) Barang industri (industrial’s goods)
Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.
Menurut Kotler (2002, p.451), ”barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis”. Pada umumnya barang konsumen dibedakan menjadi empat jenis :
a) Convenience goods
Merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya antara lain produk tembakau, sabun, surat kabar, dan sebagainya.
b) Shopping goods
Barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Contohnya alat-alat rumah tangga, pakaian, furniture, mobil bekas dan lainnya.
c) Specialty goods
Barang-barang yang memiliki karakteristik dan/atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Misalnya mobil Lamborghini, pakaian rancangan orang terkenal, kamera Nikon dan sebagainya.
d) Unsought goods
Merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya. Contohnya asuransi jiwa, ensiklopedia, tanah kuburan dan sebagainya.

Berbicara mengenai produk maka aspek yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk. Menurut American Society for Quality Control, kualitas adalah “the totality of features and characteristics of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs”, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.
Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Akan tetapi, suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tertinggi jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
Menurut Kotler and Armstrong (2004, p.283) arti dari kualitas produk adalah “the ability of a product to perform its functions, it includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.

Dimensi Kualitas Produk
Menurut Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005, p.422) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari :
1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.
3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
5. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan
Negara asal.
Menurut Tjiptono (1997, p.25), dimensi kualitas produk meliputi :
1) Kinerja (performance)
Yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti (core product) yang dibeli, misalnya kecepatan, konsumsi bahan bakar, jumlah penumpang yang dapat diangkut, kemudahan dan kenyamanan dalam mengemudi dan sebagainya.
2) Keistimewaan tambahan (features)
Yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap, misalnya kelengkapan interior dan eksterior seperti dash board, AC, sound system, door lock system, power steering, dan sebagainya.
3) Keandalan (reliability)
Yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai, misalnya mobil tidak sering ngadat/macet/rewel/rusak.
4) Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications)
Yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya standar keamanan dan emisi terpenuhi, seperti ukuran as roda untuk truk tentunya harus lebih besar daripada mobil sedan.
5) Daya tahan (durability)
Berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis penggunaan mobil.
6) Estetika (asthethic)
Yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. Misalnya bentuk fisik mobil yang menarik, model atau desain yang artistik, warna, dan sebagainya.


Referensi;

Jumat, 07 Desember 2018

Meetings


Meetings (Asking and Giving Opinion)

Percakapan Bahasa Inggris Menggunakan Asking and Giving Opinion
Menanyakan dan memberi pendapat dalam bahasa Inggris disebut dengan asking and giving opinion. Pada artikel yang terdahulu, English Café pernah membahas mengenai ungkapan-ungkapan yang bisa kalian gunakan untuk menanyakan/ memberi pendapat dalam bahasa Inggris.
Ada baiknya selain mengetahui ungkapan-ungkapannya kalian juga bisa langsung mempraktekannya dengan teman kalian/ dengan orang asing. berikut contoh percakapan bahasa Inggris menggunakan asking and giving opinion.
ASKING & GIVING OPINION
· Opinion includes the words of opinion and argument/ reasons.
· Opinion dialogue is a dialog consists of two persons or more who have opinion each others. It can use the expressions, such as in my opinion, in my view, I think etc.
· Argument dialogue is a dialog that states the arguments or reasons. It can use the words such as first, second etc for arranging arguments.

Asking opinion :

Formal :
· Have you got any comments on …..
· Do you have any idea?
· Do you have any opinion on ……
· Would you give me your opinion on……….?
· What is your reaction to ……
· What is your opinion about……….?
· What are you feeling about………….?
· What are your views on……….?
· Please give me your frank opinion?
Informal :
· What do you think of…….?
· What do you think about………?
· What is your opinion?
· Why do they behave like that?
· Do you think it’s going?
· How do you like?
· How was the trip?
· How do you think of Rina’s idea ?
· How do you feel about this dicition?


Giving opinion

Formal :
· I personally believe …..
· I personally consider ….
· I personally think /feel ….
· I hold the opinion ….
· My own view of the matter is ……
· Well, personally …….
· If I had my view, I would …..
Informal :
· I think I like it.
· I don’t think I care for it.
· I think it’s good/nice/terrific……..
· I think that awful/ not nice/ terrible…………
· I don’t think much of it.
· I think that……..
· In my opinion, I would rather……….
· In my case …..
· What I’m more concerned with ….
· What I have in my mind is………
· The way I see is that…………
· No everyone will agree with me, but ….
· To my mind …..
· From my point of view ….


Ten Expressions to Use In Speaking And Writing

1. In my opinion, this one would be better.
2. To my mind this one’s better.
3. If you ask me, this one’s better.
4. To my way of thinking, this one’s fine..
5. In my view, this one is best.
6. Know what I think? That one’s best.
7. I’d say that one’s better.
8. What I think is that one’s better.
9. For me, that one’s better.
10. I tell you what I think, that one’s best.


· Giving your opinion
I think… / I don’t think …
I believe… / I don’t believe …
In my opinion,
For me,
Personally, I think …

· Asking for someone’s opinion
Do you agree?
What do you think?
What do you think about … (this)?
Do you think that’s right?
What’s your view?
Are you OK with that?

Referensi :
https://www.englishcafe.co.id/percakapan-bahasa-inggris-menggunakan-asking-and-giving-opinion/

Telphoning




Dalam dunia bisnis, membuat dan menerima panggilan telpon adalah hal yang sangat sering dilakukan. Tidak berbeda jauh dengan bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris juga terdapat tatacara yang biasa digunakan dalam melakukan kedua hal tersebut. Begitu pula dengan mentransfer panggilan telepon, dalam bahasa Inggris terdapat beberapa ungkapan yang biasa digunakan.

Di ulasan kali ini, khusus membahas tentang make, receive, and transfer the phone calls dalam konteks situasi formal.

Berikut akan admin ulas tiga contoh dialog make, receive, and transfer the phone calls (Membuat, Menerima dan mentransfer Panggilan telpon) dalam Bahasa Inggris.


WAITING ON HOLD OR LEAVING A MESSAGE


Receptionist : “I’m sorry, he’s on the phone at the moment.”

Julia : “Can I hold for him please?”

Receptionist : “Certainly, but I’m not sure how long he’s going to be. Can I take a message or would you still like to hold?

Julia : “I’d like to hold, please.”


[One minute passes]


Receptionist : “He’s still on the other line. Is there anybody else in that department who could help you?”

Julia : “No, it was Tom I needed to speak to.”

Receptionist : “Can I take a message or would you like to be put through to his voice mail?”

Julia : “Could you please ask him to call me back when he gets a moment?”

Receptionist : “Of course. Sorry, can I ask who’s calling again?”

Julia ; “Julia Brown, from ABC Commercial.”

Receptionist : “Thank you. What’s you number ?”

Julia : “It’s 0207 946 2182.”

Receptionist : “Sorry, could you repeat that please ?”

Julia : “0207 946 2182”

Receptionist : “Thank you. I’ll get him to call you back as soon as possible.”

Julia : “Ok, thank you, `Bye.


Reference :

https://books.google.co.id/. Retrieved on September 25th, 2017


https://www.ilmubahasainggris.com/tiga-contoh-dialog-make-receive-and-transfer-the-phone-calls-dalam-situasi-formal-bahasa-inggris/



Kamis, 06 Desember 2018

Socializing Dalam Dunia Kerja dan Bisnis


SOCIALIZING

A. Penjelasan Tentang Sosialisasi

Secara umum sosialisasi adalah suatu proses belajar yang dilakukan oleh seorang individu untuk bertingkah laku berdasarkan batasan-batasan yang telah ada dan diakui di dalam masyarakat. Atau definisi sosialisasi yaitu suatu proses dalam hidup seorang individu untuk mempelajari berbagai macam kebiasaan seperti cara hidup, nilai-nilai dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat dengan maksud supaya dapat diterima oleh masyarakat. Dengan proses ini seorang individu akan mengadopsi kebiasaan, sikap maupun ide orang lain sehingga dapat dipercaya dan diakui.

Sedangkan sosialisasi dalam arti sempit yaitu proses pembelajaran yang dilakukan seseorang untuk mengenal lingkungan sekitarnya baik itu lingkungan fisik maupun sosial. Pengenalan lingkungan dilakukan seorang individu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, yang nantinya akan membekali dirinya di dalam pergaulan yang luas. Dan sosialisasi dalam arti luas yaitu suatu proses interaksi dan juga pembelajaran seorang individu yang dimulai saat dia lahir sampai meninggal dalam suatu kebudayaan masyarakat. Jadi seorang bayi yang baru lahir-pun akan melakukan proses sosialisasi. Seperti dimulai dengan mengenal lingkungannya terdekatnya, lingkungan yang paling dekat dengan dirinya yaitu keluarga. Dan seiring berjalannya waktu proses sosialisasinya-pun akan semakin meluas seperti mengenal lingkungan masyarakat dan sebagainya

Ciri-ciri seorang individu yang mampu dan berhasil dalam bersosialisasi dapat dilihat saat orang tersebut mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sehingga seorang individu tersebut mulai menyesuaikan diri dengan unsur-unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga dan menuju lingkungan luas yaitu lingkungan masyarakat. Dengan berhasilnya menerima dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya maka seorang individu akan merasa bahwa dirinya bagian dari keluarga dan juga masyarakat.

Pengertian sosialisasi menurut para ahli :

menurut charlotte buhler, sosialisasi adalah suatu proses yang membantuu anggota masyarakat untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.


menurut Peter L Berger, sosialisasi adalah suatu proses seorang anak belajar menjadi anggota yang berpatisipasi dalam masyarakat.


menurut Greenbreg, pengertian sosialisasi dalah suatu proses untuk mentransformasikan individu kepada pihak luar agar dapat ikut serta berpartisipasi secara aktif sebagai anggota suatu organisasi.


menurut gibson, arti sosialisasi adalah sebuah aktivitas dari organisasi untuk mewujudkan dan mengintegrasikan tujuan organisasi maupun individu. sehingga dari dua pengertian sosialisasi tersebut terdapat dua kepentingan yang berbeda, yakni kepentingan individu dan kepentingan organisasi.

Hal-hal yang perlu disosialisasikan kepada karyawan

anggota perusahaan yang berkewajiban untuk memberikan sosialisasi kepada karyawan baru dilakukan oleh seorang human development resource (HRD) atau bisa juga manajer personalia. Hal-hal yang perlu dan penting untuk disosialisasikan kepada karyawan baru meliputi :


peraturan dan norma perusahaan


benefit atau keuntungan


gaji dan bonus

Tahap dan jenis-jenis sosialisasi :

sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. berikut ini penjelasan dari keduanya :


sosialisasi primer merupakan proses sosialisasi yang pertama kali dilakukan oleh individu sejak masih anak-anak. ini merupakan awal bagi semua anggota masyarakat dalam memasuki keanggotaan mereka kepada suatu kelompok masyarakat. sosialisasi primer ini dimulai dari keluarga, dimana individu mulai belajar membedakan dirinya dengan oranglain disekitarnya. pada tahap ini anggota keluarga punya peran penting bagi masing-masing individu.


proses sosialisasi sekunder ini bertujuan agar individu dapat menerima niai-nilai dan norma-norma yang berlaku. pada umumnya, sosialisasi sekunder ini menjadi penentu sikap seseorang karena telah beradaptasi dengan berbagai lingkungan masyarakat.

daftar pustaka

https://www.saturadar.com/2018/01/tujuan-sosialisasi-dalam-perusahaan.html
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-sosialisasi.html
http://www.pengertianku.net/2016/07/pengertian-sosialisasi-dan-contohnya.html

Senin, 12 November 2018

Attention : Human Resources Department
PT. Citra Nusa Industri
Jl. Tole Iskandar No.27, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16412

Dear Sir/Madam,

I have read from your job opening on one of the internet that is indideed and there i found that your company is looking for  job fot the position of " Accounting Staff". I belive that the work is in accordance with the educational background that i have traveled so far anda thus i feel that i am qualified for the job.


My name Riska Erviani, i am twenty two years old and i am a recent graduate from Gunadarma University (UG) accounting department in August this year. I have the qualifications you want for the job. I think i have good analysis, i have very good motivation for progress and growth, i can work both in group and by my self, and most importantly i want to study.


Apart from the basic knowledge that i have from my educational background, i also have good computer skills and can manage one of aplication accounting, naely accurate and MYOB and i can communicate in English.


With all the qualifcations i entioned above, i belive i can contribute effectively to your company. Here with letter i attach me :

  1. Copies of Bachelor Degree (S-1) and Academic Transcripts
  2. Curriculum Vitae
  3. Show photos of 4x6 Size

I appreciate your attention and i hope i ca immediately join your company and be a part of it.

Best Regards,


Riska Erviani



https://www.google.com/search?safe=strict&client=firefox-b-ab&source=hp&ei=fAjqW8K1K4fqvgTT5bPQAw&q=pt+citra+nusa+industri+depok&oq=pt+citra+nusa+indu&gs_l=psy-ab.1.0.0l5j0i203k1.792.9288.0.12194.19.18.0.0.0.0.433.2797.0j5j1j3j2.11.0..2..0...1.1.64.psy-ab..8.11.2790.0..35i39k1j0i131k1j0i131i67k1j0i67k1j35i306i39k1.0.fz_GRVbD7js&ibp=htl;jobs&sa=X&ved=2ahUKEwiv392G_c_eAhULr48KHeNUDP8QiYsCKAB6BAgFEAM#fpstate=tldetail&htidocid=Gz0cYPL1FJ0Y-nOmAAAAAA%3D%3D&htivrt=jobs

Selasa, 16 Oktober 2018

DESCRIBE MYSELF

On this occasion, allow me to make an introduction to who I am. My name is Riska Erviani. You can call me Riska. I was born in Manna, June 17th 1998. Currently, I live in Al-Furqon street, Depok, West Java. I am  the second of three children. My sister name is Dewi Puspita sari and Fenny Chairani.  My father work as a civil servant, while my mother work as a housewife. I came from Bengkulu. My religion is moslem, and my hobby is travelling, shopping, and make up. I like make up because it can increase my confidence. I also really like watching Korean dramas, because the story is romantic and the actor is handsome. Besides that I like to read wattpad because it's free. My favorite food is pempek and my favorite drink is mineral water. I don't really like food or drinks that taste sweet because it can make my stomach feel nauseous.

I am studying at Gunadarma University majoring in accounting. I majored in accounting because i no longer wanted to study science because in senior high school i used to major in science but now I also feel that I don't really understand accounting. Now I study at Gunadarma University in semester 5. I fell very tired in 5 semester due to scientific writing. Until now I have not found a title for my scientific writing.

I'm 20 years old. even though 20 years I was still childish, selfish, unwilling to budge. I'm also easy to cry. If I can't do something I cry.  I dont really don't like people who like to lie. If I speak honestly even though it's bitter and it often makes other people's hearts feel offended.

I live in Depok with my sister. My beginning was far from my parents very difficult, because usually my needs are always prepared by mother. I am very often insomnia and it makes me late to come to campus. I usually wake up at home by my mother.I'm easy to get sick if it's raining and I feel sad when I'm sick far from my mother.